Araghchi: Negosiasi Kesepakatan Akhir dengan AS Tidak Akan Dimulai Jika Ancaman Berlanjut
Story Code : 1290741
Iran Foreign Minister Abbas Araghchi (2nd L) attends funeral ceremony of martyred Leader Imam Khamenei Khamenei in Qom
Dalam sebuah unggahan di X setelah upacara pemakaman di kota Qom pada hari Selasa, Araghchi mengatakan jutaan warga Iran yang bangga bersatu untuk menghormati Ayatollah Agung Khamenei dan warisannya.
“Baik mereka maupun Angkatan Bersenjata kita yang gagah berani tidak terpengaruh oleh ancaman apa pun,” tegasnya.
Dalam konteks ini, diplomat senior Iran itu mengatakan: “Pasal 13 dari MoU jelas: Negosiasi kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut. Hormatilah tanda tangan Anda.”
Pernyataan Araghchi muncul beberapa jam setelah Trump memperingatkan bahwa Washington "siap menggunakan kekuatan militer jika diplomasi gagal," dan menegaskan bahwa Teheran "tidak boleh pernah memperoleh senjata nuklir."
"Kita akan membuat kesepakatan atau kita akan menyelesaikan pekerjaan ini. Oke, dan menyelesaikan pekerjaan ini tidak akan sulit. Saya lebih suka membuat kesepakatan, karena saya tidak ingin memengaruhi 91 juta orang," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Komentar tersebut juga muncul sehari setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam bahwa Israel akan "menggagalkan" pemimpin Iran mana pun di masa depan yang berupaya menyerang negaranya.
Dalam unggahannya, Araghchi juga membagikan foto-foto dari upacara pemakaman di Qom bersama dengan pesannya.
Pada Selasa pagi, jutaan pelayat berkumpul di Masjid Jamkaran Suci di Qom untuk melaksanakan salat jenazah bagi Pemimpin yang gugur dan anggota keluarganya.
Pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari dimulai pada hari Jumat dengan jenazah Imam Khamenei disemayamkan di Mosalla Imam Khomeini di Tehran dan para pejabat asing serta tokoh agama memberikan penghormatan terakhir. Acara berlanjut pada hari Sabtu dan Minggu dengan perpisahan publik dan doa, masing-masing.
Pada hari Senin, kerumunan besar memadati jalan-jalan Teheran saat iring-iringan jenazah melewati ibu kota Iran.[IT/r]