“Sejak langkah pertama, nota kesepahaman antara Iran dan AS tidak disusun berdasarkan kepercayaan, melainkan pada mekanisme ‘komitmen-demi-komitmen’ yang jelas; hal ini karena tidak ada tanda-tanda itikad baik dalam tindakan pihak lain,” tulis Esmaeil Baghaei dalam unggahan di platform media sosial X pada hari Rabu.
Ia mencatat bahwa AS telah melanggar Klausul 5 nota kesepahaman (MoU) tersebut, yang menekankan tanggung jawab Republik Islam untuk memastikan jalur aman bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa Washington “secara efektif telah melanggar kerangka perjanjian tersebut melalui tindakan sepihak dan agresi terhadap Iran.”
“Republik Islam Iran akan dengan tegas mengejar perlindungan kepentingan nasional dan pelaksanaan kedaulatannya,” tegas Baghaei.
Sebelumnya pada hari yang sama, militer AS melakukan serangkaian serangan baru yang ilegal dan tanpa provokasi di wilayah pesisir negara itu.
AS meluncurkan serangan militer ke beberapa pangkalan pesisir dan situs sipil di provinsi Hormozgan, Iran selatan, dan kota Mahshahr, dalam pelanggaran terbuka terhadap gencatan senjata. [IT/G]