Iran Melancarkan Serangan Balasan Besar-besaran terhadap Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Story Code : 1291067
Iran launches major retaliatory strikes on US bases in Kuwait and Bahrain
IRGC mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya telah melaksanakan “fase pertama dari respons balasan kami” menggunakan rudal dan drone terhadap Kamp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, serta Pangkalan Udara Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain.
Sayap militer tersebut selanjutnya memperingatkan bahwa agresi AS tambahan apa pun akan memicu perluasan serangan untuk mencakup instalasi Amerika lainnya di seluruh wilayah tersebut.
Asap hitam mengepul di Bahrain setelah serangan Iran.
Ikuti: https://t.co/mLGcUTS2ei pic.twitter.com/wd2klO3QL0
— Press TV 🔻 (@PressTV) 9 Juli 2026
Pentagon Mengkonfirmasi Serangan Saat Ketegangan Meningkat
Serangan tersebut merupakan respons langsung terhadap apa yang digambarkan Iran sebagai agresi AS yang menargetkan beberapa wilayah di provinsi pesisir selatan Iran. Menurut IRGC, serangan Amerika terjadi setelah prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, dan secara khusus menargetkan dua jembatan di provinsi timur yang menuju kota Mashhad, sebuah langkah yang oleh militer Iran digambarkan sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari acara peringatan tersebut.
“Provokasi ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” pernyataan IRGC menekankan, menggarisbawahi komitmen Iran untuk mempertahankan kedaulatannya.
Markas Besar Armada Kelima Dilaporkan Terkena Serangan
Beberapa kantor berita Iran telah melaporkan kerusakan yang luas akibat serangan udara tersebut. Kantor Berita Fars, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengkonfirmasi bahwa markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain terkena serangan langsung, dengan televisi Iran menyiarkan laporan tentang kebakaran yang terjadi di fasilitas tersebut.
Rekaman CCTV dari Kuwait menunjukkan momen-momen setelah rudal Iran tiba.
Ikuti: https://t.co/mLGcUTS2ei pic.twitter.com/ucUlc7HH1K
— Press TV 🔻 (@PressTV) 9 Juli 2026
Kantor Berita Mehr menggambarkan "ledakan yang sangat kuat" mengguncang markas besar Armada Kelima, sementara Kantor Berita Tasnim melaporkan ledakan serupa yang mengguncang posisi militer AS di Kuwait. Televisi pemerintah Iran dan IRNA lebih lanjut melaporkan bahwa sirene serangan udara diaktifkan di pangkalan udara Muwaffaq Salti di wilayah Azraq Yordania, tempat pasukan Amerika ditempatkan.
Tanggapan Regional dan Langkah-Langkah Pertahanan
Sebagai tanggapan terhadap krisis yang sedang berlangsung, militer Kuwait mengumumkan pengaktifan sistem pertahanan udara negara tersebut. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengkonfirmasi bahwa sirene serangan udara telah dibunyikan di seluruh negeri, menandakan keseriusan situasi tersebut.
Peningkatan Signifikan Ketegangan Regional
Serangan-serangan ini menandai peningkatan dramatis dalam ketegangan AS-Iran dan mewakili apa yang digambarkan oleh para pejabat Iran sebagai respons paling substansial sejak penandatanganan Nota Kesepahaman antara kedua negara. Tehran sebelumnya telah mengeluarkan peringatan eksplisit bahwa setiap tindakan militer terhadap wilayahnya akan dibalas dengan pembalasan segera dan menyeluruh.
Komunitas internasional memantau situasi dengan cermat karena kekhawatiran meningkat atas potensi konfrontasi militer lebih lanjut di wilayah Teluk Persia yang sangat penting secara strategis.[IT/r]