Iran Laporkan AS ke Badan Kereta Api Global atas Serangan Infrastruktur Rel
Story Code : 1291442
Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal OTIF, Bahreini menyatakan bahwa serangan terhadap jembatan kereta api di Golestan bukanlah insiden terisolasi tetapi bagian dari "pola berkelanjutan" yang menargetkan jalur kereta api dan infrastruktur transportasi sipil lainnya. "Serangan ini adalah contoh lain dari serangan terhadap fasilitas yang melayani transportasi publik, kegiatan ekonomi, dan konektivitas regional," demikian bunyi surat tersebut, seraya mendesak OTIF untuk menindaklanjuti masalah ini secara serius melalui mekanisme hukum dan kelembagaannya.
Bahreini memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur rel tidak hanya merusak aset negara anggota tetapi juga mengancam keselamatan, keamanan, dan keandalan transportasi kereta api internasional secara lebih luas, seraya meminta OTIF untuk mengambil tindakan yang sesuai dalam kerangka mandat dan konvensi yang relevan. Pengaduan ini menyusul peringatan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, yang pada Jumat (10/7) menyatakan bahwa "setiap serangan terhadap infrastruktur akan dibalas, dan rezim Zionis kriminal yang bertanggung jawab atas kekejaman ini tidak akan aman dari respons para pejuang kami." Serangan AS terhadap jembatan Golestan merupakan bagian dari gelombang serangan yang lebih luas pada 7 dan 8 Juli yang juga menghantam jalur kereta api yang menghubungkan Teheran ke Mashhad, dan menurut otoritas Iran, setidaknya 17 orang tewas dalam serangan AS tersebut.
Bahreini sebelumnya telah menulis kepada OTIF selama perang 40 hari yang dimulai pada Februari untuk mengutuk serangan AS terhadap jalur kereta api Iran, di mana OTIF kemudian menunjukkan bahwa mereka memperbarui kerangka hukum mereka untuk mempertimbangkan langkah-langkah hukuman terhadap serangan terhadap infrastruktur rel, dengan menggambarkan setiap serangan terhadap jalur kereta api sebagai "masalah yang sangat serius."