0
Monday 13 July 2026 - 10:25
Iran dan Regional:

Iran Meminta Negara-negara Teluk untuk Tidak Menjadi ‘Arena’ Serangan AS

Story Code : 1291836
Smoke rises after an Iranian missile strike in Manama, Bahrain
Smoke rises after an Iranian missile strike in Manama, Bahrain
Tehran menegaskan bahwa serangannya terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan itu murni bersifat defensif
 
AS terus menyerang target di Iran pada Senin pagi waktu setempat, menandai malam keempat berturut-turut pemboman. Pada hari Minggu (12/7), Iran menanggapi dengan menembakkan rudal dan drone ke situs-situs militer AS di Yordania, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman.
 
Dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media ISNA pada Minggu (12/7) malam, Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan AS yang “barbar” dan menuduh monarki-monarki Teluk mengubah negara mereka menjadi “arena untuk perang ilegal dan kriminalnya melawan bangsa Iran.”
 
“Negara-negara tetangga berkewajiban berdasarkan hukum internasional untuk mencegah agresor menggunakan wilayah dan fasilitas mereka untuk melakukan agresi militer terhadap Iran,” tambah kementerian tersebut.
 
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk “menunjukkan pengekangan maksimal, menghindari tindakan eskalasi lebih lanjut, dan mengambil langkah-langkah segera untuk meredakan ketegangan.”
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menanggapi dengan menyatakan bahwa tindakan Iran dapat dibenarkan. “Iran tidak ‘menyerang.’ Serangan Iran terhadap pangkalan dan aset militer AS yang ditempatkan di Teluk Persia selatan merupakan pelaksanaan yang sah dan sesuai hukum dari hak inherennya untuk membela diri berdasarkan hukum internasional,” tulisnya di X pada hari Minggu.
 
Perang dimulai dengan serangan gabungan AS-Zionis Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Pertukaran serangan reguler berhenti setelah gencatan senjata pada bulan April, yang mengarah pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni.
 
Permusuhan kembali terjadi baru-baru ini karena kedua pihak tidak sepakat mengenai interpretasi MoU dan status Selat Hormuz, yang dinyatakan Iran tertutup untuk pelayaran sebagai tanggapan terhadap serangan AS dan Zionis Israel.[IT/r]
 
Comment