Militer AS Gunakan Drone Maritim Corsair untuk Menyerang Iran
Story Code : 1292075
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menggunakan kapal permukaan nirawak Corsair untuk menyerang target-target Iran pada Minggu, menurut pernyataan CENTCOM.
Sebelumnya Angkatan Laut AS menggunakan Corsair untuk menyelamatkan pilot helikopter AH-64 Apache milik Angkatan Darat yang jatuh di dekat Selat Hormuz bulan lalu. Namun operasi hari Minggu menandai penggunaan pertama drone maritim oleh militer AS dalam serangan terhadap aset Iran, menurut unggahan di media sosial.
“Kemarin, dengan menggunakan beberapa drone permukaan serang sekali pakai, pasukan CENTCOM berhasil menghantam fasilitas pemeliharaan kapal selam dan kapal di Iran. Tiga kapal permukaan nirawak Corsair menghantam pelabuhan di Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas, menandai pertama kalinya pasukan Amerika menggunakan drone laut dalam operasi tempur. Serangan semalam melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang pelayaran komersial,” tulis pejabat CENTCOM dalam unggahan di X pada Senin.
CENTCOM juga merilis rekaman video yang menunjukkan drone maritim tersebut mendekati target sebelum meledak.
Operasi itu merupakan bagian dari “gelombang baru serangan ofensif” yang bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam menyerang pelayaran internasional di Selat Hormuz. CENTCOM menyebutkan bahwa mereka juga menggunakan drone udara serang sekali pakai bersama aset militer lainnya dalam operasi tersebut.
Baik AS maupun Iran telah secara luas menggunakan drone kamikaze terhadap satu sama lain sejak dimulainya Operation Epic Fury pada Februari.
Menurut siaran pers CENTCOM, serangan terbaru menyasar kemampuan drone dan rudal Iran serta berbagai aset lain seperti radar pantai dan sistem pertahanan udara.
Drone maritim Corsair yang digunakan dalam serangan hari Minggu diproduksi oleh Saronic dan digambarkan sebagai “kapal permukaan otonom”.
Sistem tanpa awak tersebut dirancang untuk misi berat berdurasi panjang dan mampu beroperasi dengan kecepatan lebih dari 35 knot serta membawa muatan hingga 1.000 pon sejauh lebih dari 1.000 mil laut.
Saronic dalam unggahannya menyatakan bahwa beberapa Corsair varian militer digunakan dalam serangan untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang pelayaran komersial.
“Kami bangga teknologi kami mendukung misi ini dan membantu menjaga keselamatan pria dan wanita pemberani di angkatan bersenjata AS,” tulis perusahaan itu.
Sementara itu, pada Senin Presiden Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa militer AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran.
“Selat Hormuz TERBUKA, dan akan tetap TERBUKA, dengan atau tanpa Iran. Kami memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, yang disebut demikian karena hanya menghentikan kapal-kapal Iran atau pelanggan mereka untuk masuk atau keluar. Semua negara lain akan menikmati penggunaan selat secara adil dan terbuka,” tulis Trump. [IT/G]