Yaman Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb, Peringatkan Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel
Story Code : 1292076
Mohammed al-Farah, anggota biro politik gerakan perlawanan Ansarullah, mengatakan pada Senin bahwa Washington sedang mendorong rezim Riyadh untuk menyerang Yaman dan menegaskan bahwa provokasi tersebut tidak akan menguntungkan AS.
“Jika situasi saat ini memburuk, Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz akan ditutup dalam aliansi operasional. Harga minyak akan melonjak hingga US$200 per barel dalam guncangan yang mengerikan,” ujarnya.
Farah menambahkan bahwa respons pemerintah Sana’a terhadap agresi terang-terangan dari Arab Saudi atau pasukan proksinya akan bersifat tegas dan menyasar lokasi-lokasi jauh di dalam wilayah kerajaan.
Selat Bab al-Mandeb merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi akses utama menuju Terusan Suez.
Sementara itu, anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mohammed Ali al-Houthi, menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Arab Saudi bertanggung jawab penuh atas gelombang agresi dan pengepungan terbaru terhadap rakyat Yaman, termasuk pemboman fasilitas sipil seperti Bandara Sana’a.
Ia menegaskan bahwa serangan Saudi terhadap Bandara Sana’a merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum kemanusiaan internasional.
Secara terpisah, anggota biro politik Ansarullah, Ali al-Qahoum, berjanji bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan segera membalas agresi Saudi dan perjuangan mengakhiri blokade yang telah berlangsung selama 11 tahun tidak akan pernah berhenti.
“Agresi rezim Saudi terhadap Bandara Sana’a dan penargetan infrastruktur sipil membawa konsekuensi serius. Riyadh harus siap menghadapi seluruh dampaknya,” tegas Qahoum. [IT/G]