281 Hari Setelah 'Gencatan Senjata', Agresi Israel di Gaza Berlanjut
Story Code : 1292981
Israeli drone targeted a residential apartment in Al-Taj Building on Al-Yarmouk Street, west of Gaza City
Tentara pendudukan Zionis Israel terus melanggar "gencatan senjata" selama 281 hari berturut-turut di berbagai wilayah Jalur Gaza, dengan pelanggaran ini selama 24 jam mengakibatkan kematian enam warga Palestina dan cedera pada beberapa lainnya di berbagai bagian Jalur Gaza.
Pagi ini, warga Palestina Mohammad Tayseer Obeid tewas dan enam lainnya terluka, sebagian besar anak-anak dan perempuan, setelah sebuah drone Israel menargetkan sebuah apartemen tempat tinggal di Gedung Al-Taj di Jalan Al-Yarmouk, sebelah barat Kota Gaza.
Serangan udara Zionis Israel terus menghantam rumah-rumah warga sipil di seluruh Gaza.
Rekaman ini menunjukkan momen seorang gadis kecil dilarikan untuk perawatan medis setelah terluka dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah apartemen tempat tinggal di Jalan Al-Yarmouk di Kota Gaza. pic.twitter.com/TlyBJ7r7vk
— Ramy Abdu| رامي عبده (@RamAbdu) 17 Juli 2026
Drone pendudukan Zionis Israel juga membunuh Anas Hamdan (34), petugas media militer Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, setelah menembakkan rudal ke arahnya di utara Khan Younis, di Jalur Gaza selatan. Agresi tersebut mengakibatkan kematiannya dan melukai lima warga Palestina lainnya
.
Sebelumnya, Nihad Riyad Arouqi tewas setelah pesawat pendudukan Israel menargetkan tenda yang menampung pengungsi paksa di daerah Al-Mina di sebelah barat Kota Gaza.
Gaza menghadapi lebih banyak pembunuhan dan penghancuran oleh Zionis Israel.
Di lapangan, pasukan pendudukan Israel memasang gerbang pagi ini di Jalan Al-Rashid di seberang daerah di al-Mawasi, Rafah, di Jalur Gaza selatan, bertepatan dengan agresi yang terus berlanjut, tembakan yang diarahkan ke tenda-tenda pengungsi, dan penempatan tanggul pasir untuk mengisolasi Rafah dari bagian Jalur Gaza lainnya.
Dalam perkembangan terkait, tank-tank Zionis Israel menembaki secara besar-besaran di sebelah timur Khan Younis, sementara kapal-kapal angkatan laut Zionis Israel melepaskan tembakan ke arah pantai Kota Gaza.
Sementara itu, dalam laporan harian terbarunya, per tanggal 16 Juli, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas dan tiba di rumah sakit selama 24 jam mencapai empat orang, dengan 28 lainnya terluka.
Angka terbaru menunjukkan jumlah total warga Palestina yang tewas sejak dimulainya "gencatan senjata" pada 11 Oktober mencapai 1.127 orang, di samping 3.643 orang yang terluka, sementara jumlah total jenazah martir Palestina yang ditemukan telah mencapai 800 orang.
Jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak dimulainya genosida Israel pada 7 Oktober 2023 kini telah mencapai 73.250 warga Palestina yang tewas dan 173.751 orang yang terluka.[IT/r]