0
Tuesday 21 July 2026 - 11:37
AS vs Iran:

NYT: Pentagon Menyembunyikan Jumlah Korban Sebenarnya dalam Perang Iran

Story Code : 1293768
US troops killed in Iran
US troops killed in Iran's retaliatory strike on Port of Shuaiba, Kuwait, arrive at Dover Air Force Base, Delaware
Puluhan tentara terluka dalam serangan yang sebelumnya tidak dilaporkan pekan lalu, kata New York Times
 
Pada hari Jumat (17/7), Iran menyerang situs militer AS di Yordania, menewaskan dua tentara, melukai empat, dan menyebabkan satu orang hilang. Namun, menurut Times, puluhan anggota militer terluka sepanjang pekan dalam tiga serangan lain terhadap pasukan AS di negara tersebut. Beberapa helikopter juga dilaporkan rusak dalam serangan tersebut.
 
Seorang pejabat mengatakan kepada CNN bahwa “diperlukan beberapa hari atau bahkan minggu” agar cedera dicatat ke dalam Sistem Analisis Korban Pertahanan (DCAS), sebuah basis data resmi. Sebanyak 427 anggota militer telah terluka dalam perang dengan Iran, kata Times, mengutip angka resmi.
 
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, berpendapat bahwa “memberikan informasi secara langsung tentang korban non-fatal kepada media sama saja dengan memberikan informasi tersebut langsung kepada musuh kita.”
 
Parnell menolak apa yang disebutnya sebagai “tuduhan tak berdasar dan jahat tentang menyembunyikan jumlah korban luka.”
 
“Klaim penyembunyian adalah rekayasa yang dimaksudkan untuk semakin menyusahkan rakyat Amerika setelah tiga anggota militer tewas dalam pertempuran,” kata Parnell di X. “Memilih angka mentah tanpa konteks melukiskan gambaran yang sengaja menyesatkan dan tidak lengkap,” tambah juru bicara itu.
 
Dimulainya kembali pertukaran serangan reguler pekan lalu sekali lagi menyoroti biaya perang yang dilancarkan oleh AS dan Zionis Israel pada akhir Februari. Seorang anggota militer tewas pada hari Sabtu (18/7) saat mencoba membuang sebuah drone di Irak utara, sehingga jumlah korban tewas resmi AS menjadi 17.
 
AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam kesepuluh berturut-turut pada hari Selasa ketika kedua negara memberi sinyal bahwa gencatan senjata pada dasarnya telah berakhir. Pentagon melanjutkan serangan sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal tanker dan kapal kargo di Selat Hormuz. Iran menuduh AS melanggar nota kesepahaman yang ditandatangani pada 17 Juni dan sejak itu mengatakan akan menangguhkan komitmennya sendiri berdasarkan kesepakatan tersebut.[IT/r]
 
Comment