0
Wednesday 12 August 2026 - 08:36
Amerika Serikat

Laporan: AS Raup Keuntungan dari Tanker Minyak Venezuela yang Disita, Kirim untuk Dihancurkan di India

Story Code : 1298575
Laporan: AS Raup Keuntungan dari Tanker Minyak Venezuela yang Disita, Kirim untuk Dihancurkan di India




Kedua tanker, Era dan Lileo, dibeli oleh GMS bulan lalu dengan nilai yang tidak diungkapkan, demikian dilaporkan Lloyd’s List pada Senin.

Kedua kapal tersebut disita oleh otoritas AS pada Januari 2026 di tengah kampanye militer Washington terhadap pengiriman minyak Venezuela.

Era, yang sebelumnya bernama Marinera dan Bella 1, serta Lileo, yang sebelumnya bernama Galileo dan Veronica, kini dijadwalkan untuk dibongkar di galangan kapal pemotongan kapal di India.

“Pemerintah AS telah menjualnya kepada kami dan ada perintah pengadilan yang mengizinkan penjualan tersebut, tetapi terdapat sejumlah persoalan, terutama karena kami sebenarnya tidak yakin siapa pemilik sebelumnya,” kata CEO GMS Anil Sharma kepada Lloyd’s List.

Penjualan tersebut berlangsung di tengah serangkaian operasi militer AS untuk mencegat dan menyita kapal tanker minyak yang terkait dengan pengiriman minyak Venezuela. Caracas dan sejumlah pemerintah lainnya mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk pembajakan di laut.

Venezuela secara resmi mengajukan pengaduan kepada Dewan Keamanan PBB setelah penyitaan sebuah tanker pada Desember 2025. Caracas menyatakan bahwa pasukan AS menaiki kapal tersebut di laut lepas, melumpuhkan dan menahan awaknya, serta menyita muatan minyak Venezuela.

Iran juga mengecam tindakan AS tersebut. Kedutaan Besar Iran di Caracas menyebut penyitaan tanker minyak Venezuela sebagai “pembajakan di Laut Karibia” dan mengatakan tindakan itu melanggar hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang mengatur kebebasan laut dan pelayaran.

Menteri Perang AS Pete Hegseth, yang menghadapi sorotan dari para pakar hukum terkait kemungkinan kejahatan perang dalam kampanye militer Washington di Amerika Latin, mengawasi salah satu penyitaan tanker tersebut.

Era disita pada Januari 2026 setelah personel Penjaga Pantai dan militer AS mencegat tanker berbendera Rusia tersebut di perairan selatan Islandia, setelah pengejaran selama berminggu-minggu melintasi Atlantik. Kapal itu sebelumnya berhasil menghindari blokade maritim AS di Karibia yang bertujuan membatasi ekspor minyak Venezuela.

Lileo juga disita pada Januari, kali ini di Laut Karibia, sebagai bagian dari kampanye Washington yang lebih luas untuk mencegat pengiriman minyak Venezuela setelah intervensi militer AS di Venezuela.

Menurut sejumlah laporan, otoritas AS menyita sebanyak 10 kapal tanker minyak setelah operasi tersebut.

Penjualan Era dan Lileo untuk dibesituakan berarti kedua kapal tidak akan kembali beroperasi secara komersial dan sebaliknya akan dibongkar di galangan kapal pemotongan kapal di India.

Investigasi Financial Times yang diterbitkan pada Juli memperkirakan bahwa Washington telah mengumpulkan lebih dari 13 miliar dolar AS dari ekspor minyak Venezuela sejak mengambil alih kendali atas penjualan minyak negara tersebut pada Januari, setelah penculikan Presiden Nicolas Maduro Moros.

Investigasi tersebut menemukan bahwa hanya satu transfer senilai 300 juta dolar AS yang tercatat secara terbuka di situs web pemerintah Venezuela yang dibentuk untuk memantau pendapatan minyak yang dikendalikan Amerika Serikat. [IT/G]
Comment