Sayyid Al-Houthi: Penodaan Al-Qur'an Bagian dari Perang "Zionis-Amerika" yang Lebih Luas terhadap Islam
Story Code : 1299076
Sayyed Abdul-Malik Al-Houthi, Leader of Yemen’s Ansarullah movement
Sayyid Al-Houthi menyampaikan pernyataan tersebut setelah seorang warga negara Amerika, Jake Lang, membakar dan menodai sebuah mushaf Al-Qur'an di Amerika Serikat; sebuah insiden yang dikecam oleh Kementerian Luar Negeri Yaman sebagai penghinaan baru terhadap Kitab Suci tersebut.
Ia mengatakan bahwa penodaan Al-Qur'an yang berulang kali terjadi itu menyingkap adanya permusuhan terhadap prinsip-prinsip sakral, pesan ilahi, serta nilai-nilai yang berkaitan dengan kebaikan dan keadilan.
"Pengulangan penghinaan Zionis-Amerika terhadap Al-Qur'an yang Mulia memperlihatkan permusuhan nyata mereka terhadap segala prinsip sakral, kebencian mereka terhadap pesan ilahi, serta permusuhan mereka terhadap semua nilai kebaikan dan keadilan," ujar Sayyed Al-Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis (13/8).
Ia menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak dapat mengurangi kedudukan ataupun kesucian Al-Qur'an, seraya menyatakan bahwa permusuhan terhadap Kitab Suci tersebut berakar pada ajarannya mengenai keadilan, perlawanan terhadap penindasan, dan pembebasan umat manusia dari dominasi.
Sayyed Al-Houthi menyerukan kepada umat Muslim untuk mempererat hubungan mereka dengan Al-Qur'an demi meraih kesadaran, kewaspadaan, dan wawasan yang lebih luas, serta untuk menunaikan apa yang ia sebut sebagai tanggung jawab suci mereka.
Pemimpin Ansarullah itu juga menyatakan bahwa rakyat Yaman akan terus membela kesucian Islam dan Al-Qur'an yang Mulia, dengan merujuk pada demonstrasi yang digelar di seluruh penjuru Yaman sebagai bentuk protes terhadap tindakan penodaan Al-Qur'an sebagai bukti komitmen tersebut.
Menurut Sayyed Al-Houthi, penghinaan yang berulang ini merupakan bagian dari skema yang lebih luas, termasuk apa yang ia gambarkan sebagai rencana untuk "menggambar ulang peta Timur Tengah" dan mendirikan "Zionis Israel Raya" (*Greater Zionist Israel*).
Ia juga menyinggung skandal seputar Jeffrey Epstein, kejahatan yang dilakukan di Gaza, serta berbagai kontroversi lain yang sedang berlangsung, seraya menyebutnya sebagai bukti nyata dari apa yang telah diungkapkan dalam Al-Qur'an mengenai watak pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tindakan-tindakan tersebut.
"Skandal Jeffrey Epstein, kejahatan di Gaza, serta berbagai skandal lain yang terus bermunculan, semuanya merupakan bukti dan perwujudan dari fakta-fakta yang telah Allah ungkapkan dalam Al-Qur'an yang Mulia mengenai watak mereka," ujar pemimpin Ansarullah tersebut. Sayyid Al-Houthi mengkritik respons pemerintah dan masyarakat negara-negara Islam terhadap insiden penodaan Al-Qur'an yang berulang sebagai tindakan yang tidak memadai, serta menyerukan langkah-langkah politik dan ekonomi yang lebih tegas.
Ia secara khusus mendesak negara-negara dan umat Islam untuk memboikot produk-produk Amerika serta produk dari negara-negara yang mendukung atau membiarkan penodaan Al-Qur'an, dengan alasan perlunya tindakan kolektif yang lebih kuat.
Sayyid Al-Houthi menyimpulkan bahwa penghinaan berulang kali yang dilakukan pihak "Zionis-Amerika" terhadap Al-Qur'an merupakan bentuk nyata permusuhan terhadap Islam dan nilai-nilai suci lainnya.[IT/r]