0
Saturday 15 August 2026 - 00:29
Zionis Israel vs Palestina:

'Israel' Membuka Kembali Permukiman Ilegal Ganim di Tepi Barat yang Diduduki

Story Code : 1299100
israel--reopens-illegal-ganim-settlement-in-occupied-west-b
israel--reopens-illegal-ganim-settlement-in-occupied-west-b
Zionis "Israel" secara resmi mendirikan kembali permukiman ilegal Ganim di Tepi Barat yang diduduki pada hari Kamis (13/8), menghidupkan kembali kawasan permukiman yang sempat dibongkar lebih dari dua dekade lalu, seiring langkah pemerintahan Netanyahu untuk memperkuat kendali permanen Israel atas tanah Palestina.
 
Langkah ini membatalkan sebagian dari kebijakan penarikan diri tahun 2005 yang dilakukan di bawah kepemimpinan mantan Perdana Menteri Ariel Sharon, ketika Ganim dan tiga permukiman lainnya di Tepi Barat bagian utara dikosongkan.
 
Alih-alih sekadar perluasan sementara, dihidupkannya kembali Ganim mencerminkan kebijakan Zionis Israel yang lebih luas untuk membatalkan penarikan diri di masa lalu, memperluas keberadaan pemukim, serta semakin memecah-belah wilayah Palestina.
 
Pembangunan berlangsung dengan cepat. Sekitar dua lusin rumah prefabrikasi telah ditempatkan di lokasi tersebut, sementara buldoser dan alat berat lainnya sedang menyiapkan lahan tambahan untuk pembangunan permukiman lebih lanjut.
 
Katz nyatakan keberadaan permanen Zionis Israel
Menteri Pertahanan Zionis Israel, Israel Katz, tiba dengan helikopter untuk menghadiri upacara pada hari Kamis tersebut dan memanfaatkan kesempatan itu untuk menegaskan secara eksplisit kepemilikan permanen Israel atas wilayah Palestina yang diduduki.
 
"Di sinilah Tanah Israel. Di sini, kami akan tinggal selamanya," ujar Katz.
Yossi Dagan, kepala otoritas permukiman Israel di Tepi Barat bagian utara, menyampaikan pesan yang sama tegasnya.
"Era evakuasi telah berakhir—mulai saat ini, kami hanya akan membangun," tegas Dagan.
Sekitar 100 pemukim, kerabat, dan pendukung menghadiri upacara tersebut.
 
HARI INI: Didampingi oleh para pejabat pemerintah, para pemukim Israel merayakan pendirian permukiman Ganim di dekat kota Jenin, di Tepi Barat yang diduduki. Video oleh @orenziv_ @mekomit
 
Baca laporan Shatha Yaish mengenai proyek permukiman di Jenin: https://t.co/hbt3z1Kv7A pic.twitter.com/95rtmEFCgh
— +972 Magazine (@972mag) 13 Agustus 2026
 
Ganim dievakuasi pada tahun 2005 bersama dengan Kadim, Sa-Nur, dan Homesh karena lokasinya yang terisolasi di tengah kawasan padat penduduk Palestina di Tepi Barat bagian utara.
 
Namun, di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, otoritas Israel secara sistematis berupaya membatalkan penarikan mundur tersebut. Ganim, Sa-Nur, dan Homesh kini telah dipulihkan secara resmi, mengubah kawasan yang sebelumnya ditinggalkan oleh para pemukim menjadi sarana ekspansi wilayah.
 
Warga Palestina menghadapi pembatasan dan tekanan penggusuran
Sementara para pemukim Israel merayakan kembalinya mereka ke Ganim, warga Palestina yang tinggal di sekitar lokasi tersebut sudah harus menghadapi dampak dari pendirian kembali permukiman itu.
 
AFP melaporkan bahwa pasukan Israel telah menghancurkan toko-toko di kedua sisi jalan menuju permukiman tersebut dalam beberapa hari terakhir dan memblokir jalan tanah yang digunakan oleh komunitas Palestina dengan tumpukan puing.
 
Tumpukan puing terlihat di mana-mana di kedua sisi Jalan 6010 dekat desa Aba, sebelah timur Jenin, di Tepi Barat yang diduduki, setelah pasukan pendudukan Zionis Israel menghancurkan puluhan tempat usaha milik warga Palestina di kawasan tersebut pagi ini, sebagai persiapan untuk rekonstruksi dan… pic.twitter.com/ZtVgTStRG8
— Quds News Network (@QudsNen) 12 Agustus 2026
 
Warga Palestina yang tinggal di lembah di bawah Ganim mengungkapkan kekhawatiran bahwa perluasan permukiman tersebut akan semakin membatasi pergerakan, akses terhadap lahan, dan kemampuan mereka untuk tetap tinggal di komunitas mereka.
 
Zionis Israel telah menduduki Tepi Barat sejak tahun 1967, dan kini lebih dari 500.000 pemukim Zionis Israel tinggal di antara sekitar tiga juta warga Palestina di permukiman yang didirikan di wilayah pendudukan.
 
Permukiman Zionis Israel di Tepi Barat dianggap ilegal menurut hukum internasional, yang melarang kekuatan pendudukan memindahkan penduduk sipilnya ke wilayah yang didudukinya.[IT/r]
 
Comment