0
Thursday 3 September 2026 - 02:23
Iran - Amerika Serikat

Jubir Iran: Serangan ke Pesta Pernikahan di Sirik Merupakan Tanda Kemerosotan Moral AS

Story Code : 1303280
Jubir Iran: Serangan ke Pesta Pernikahan di Sirik Merupakan Tanda Kemerosotan Moral AS


Sedikitnya lima orang tewas dan 68 lainnya terluka setelah serpihan dari salah satu serangan pada Selasa menghantam sebuah bangunan permukiman yang menjadi lokasi resepsi pernikahan di kota Kouhestak, Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan.

Dalam pesan di platform media sosial X pada Rabu, Esmaeil Baqaei mengatakan, “Kebenaran tentang perang ilegal Amerika terhadap Iran tersingkap tadi malam di Sirik, ketika sebuah pesta pernikahan dibom sebagai bagian dari upaya putus asa Amerika Serikat untuk menyembunyikan kekalahannya.”

“Kenyataannya adalah kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat, bukan video buatan AI yang secara keliru menggambarkan pejabat Amerika sebagai pahlawan yang beretika dan menang.”

Mengutip buku karya penulis Amerika Tim O’Brien, The Things They Carried, juru bicara tersebut mengatakan, “Kisah perang yang sebenarnya tidak pernah bermoral… Jika sebuah cerita tampak bermoral, jangan percaya.”

Dalam unggahan lainnya di X, Baqaei mempertanyakan Tim Hawkins, juru bicara CENTCOM, yang menyangkal “kejahatan perang brutal” di Sirik dan mengklaim bahwa AS tidak menargetkan warga sipil.

“Tampaknya, dia telah melupakan catatan militernya sendiri: Kakarak pada 2002, Mukaradeeb pada 2004, serta Deh Bala dan Wech Baghtu pada 2008—serangan AS yang terdokumentasi di Afghanistan dan Irak yang mengakibatkan kematian warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.”

Diplomat Iran itu juga merujuk pada serial televisi produksi Amerika, Homeland, yang pada musim keempatnya menggambarkan serangan drone AS terhadap sebuah pesta pernikahan di Pakistan, “sebuah serangan yang menewaskan sekitar 40 warga sipil.”

“Kenyataannya begitu mengerikan sehingga bahkan propaganda Amerika tidak pernah berani membuat klaim seperti yang dibuat Hawkins hari ini.”

Tak lama setelah agresi pada Selasa tersebut, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangkaian operasi pembalasan yang menentukan, berupa serangan rudal dan drone terhadap pangkalan serta kepentingan Amerika di berbagai negara kawasan.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan di Sirik membangkitkan kembali kenangan menyakitkan mengenai kebrutalan AS terhadap sasaran sipil selama perang yang dipaksakan pada 28 Februari–7 April.

Pernyataan tersebut menyebut serangan mematikan berskala historis terhadap sebuah sekolah di kota Minab, Provinsi Hormozgan, serta serangan menggunakan Precision Strike Missiles (PrSM) terhadap sebuah kompleks olahraga di kota Lamerd, Provinsi Fars, yang juga berada di Iran selatan. [IT/G]
Comment