0
Thursday 3 September 2026 - 09:55
Iran vs AS:

Jubir Kemenlu Iran: Serangan terhadap Pesta Pernikahan di Sirik Membuktikan Kemerosotan Moral AS

Story Code : 1303291
The residential building was hosting a wedding ceremony in the city of Kouhestak in Sirik County, Hormozgan struck by US missile
The residential building was hosting a wedding ceremony in the city of Kouhestak in Sirik County, Hormozgan struck by US missile
Setidaknya lima orang tewas dan 68 lainnya terluka setelah pecahan peluru dari salah satu serangan pada hari Selasa (1/9) menghantam sebuah bangunan tempat tinggal yang menjadi lokasi resepsi pernikahan di kota Kouhestak di Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan.
 
Dalam sebuah pesan di platform media sosial X pada hari Rabu (3/9), Esmaeil Baqaei mengatakan, “Kebenaran tentang perang ilegal Amerika terhadap Iran terungkap tadi malam di Sirik, di mana sebuah upacara pernikahan dibom sebagai bagian dari upaya putus asa Amerika Serikat untuk menyembunyikan kekalahannya.”
 
“Realitasnya adalah kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, bukan video yang dihasilkan AI yang secara keliru menggambarkan pejabat Amerika sebagai pahlawan yang beretika dan berjaya.”
 
Mengutip buku karya penulis Amerika Tim O’Brien, “The Things They Carried,” juru bicara itu berkata, “Kisah perang yang sebenarnya tidak pernah bermoral… Jika sebuah kisah tampak bermoral, jangan percaya.”
 
Dalam unggahan lain di X, Baqaei mencecar Tim Hawkins, juru bicara CENTCOM, karena menyangkal “kejahatan perang brutal” di Sirik dan mengklaim bahwa AS tidak menargetkan warga sipil.
 
“Rupanya, dia telah melupakan rekam jejak militernya sendiri: Kakarak pada tahun 2002, Mukaradeeb pada tahun 2004, dan Deh Bala serta Wech Baghtu pada tahun 2008 - serangan AS yang terdokumentasi di Afghanistan dan Irak yang mengakibatkan kematian warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.”
Diplomat Iran itu juga merujuk pada “Homeland”, sebuah serial televisi produksi Amerika, yang pada musim keempatnya menggambarkan serangan pesawat tak berawak AS terhadap sebuah pesta pernikahan di Pakistan, “serangan yang menewaskan sekitar 40 warga sipil.”
 
“Realitasnya begitu mengerikan sehingga bahkan propaganda Amerika pun tidak pernah berani membuat klaim yang dibuat Hawkins hari ini.”
 
Tak lama setelah agresi hari Selasa, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangkaian operasi pembalasan yang menentukan yang menampilkan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan kepentingan Amerika di kawasan tersebut.
 
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan Sirik membangkitkan kembali kenangan yang menyayat hati tentang kebrutalan AS terhadap target sipil selama perang yang dipaksakan pada 28 Februari-7 April.
 
Pernyataan tersebut mengutip serangan mematikan dengan skala historis terhadap sebuah sekolah di kota Minab di Provinsi Hormozgan dan serangan menggunakan Rudal Serangan Presisi (PrSM) pada kompleks olahraga di kota Lamerd di Fars, provinsi selatan Iran lainnya.[IT/r]
 
Comment