‘Mengerikan, Menjijikkan’: Iran Mendesak Dewan Keamanan PBB untuk Mengutuk Serangan Mematikan AS terhadap Upacara Pernikahan
Story Code : 1303295
Gholamhossein Darzi, Iran’s ambassador and chargé d’affaires to the United Nations
Gholamhossein Darzi, duta besar dan kuasa usaha Republik Islam untuk PBB, menyampaikan permohonan tersebut dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan pada hari Rabu menyusul gelombang baru serangan Amerika yang menargetkan kota-kota di selatan Iran, yang secara keseluruhan menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 108 lainnya.
Serpihan peluru dari serangan AS menghantam resepsi pernikahan di Iran selatan, menewaskan lima orang, termasuk seorang anak.
— Press TV 🔻 (@PressTV) 2 September 2026
Menggambarkan keadaan seputar serangan yang menargetkan resepsi pernikahan, utusan tersebut mencatat bahwa sebuah rumah tinggal di Kouhestak, Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, terkena serangan saat perayaan sedang berlangsung di sana.
“Republik Islam mengutuk keras kejahatan yang mengerikan dan menjijikkan ini,” tulisnya, menambahkan bahwa “penargetan dan pembunuhan warga sipil secara sengaja, termasuk anak-anak, merupakan pelanggaran berat terhadap aturan dasar hukum humaniter internasional dan merupakan kejahatan perang.”
Darzi mengatakan insiden Kouhestak adalah bagian dari pola serangan AS dan Zionis Israel yang lebih luas terhadap situs-situs sipil di seluruh Iran.
Surat itu mencatat bahwa sejak 28 Februari, serangan AS telah berulang kali menargetkan warga sipil dan infrastruktur penting, termasuk sekolah, rumah sakit, bandara, daerah pemukiman, jembatan, jalan raya, dan fasilitas kereta api.
Surat itu juga menyebutkan serangan pada 28 Februari terhadap sebuah sekolah dasar di kota Minab, Provinsi Hormozgan. Menurut surat itu, lebih dari 168 siswa, sebagian besar perempuan berusia tujuh hingga 12 tahun, serta guru dan staf sekolah, gugur, sementara 110 orang lainnya mengalami luka-luka.
✍️ Sudut Pandang - Dari sekolah Minab ke aula pernikahan Kouhestak: Mesin perang AS dan kejahatannya terhadap rakyat Iran
Oleh Mohammad Lotfihttps://t.co/nSTRcRtYpn
— Press TV 🔻 (@PressTV) 2 September 2026
“Pembunuhan warga sipil secara sengaja dan tanpa pandang bulu, khususnya anak-anak, dan penghancuran infrastruktur sipil, yang merusak fondasi tatanan hukum internasional, tidak dapat dinormalisasi atau dibenarkan hanya sebagai ‘kerusakan tambahan,’” tulis Darzi.
Diplomat senior itu menggambarkan serangan balasan Iran dalam menghadapi kekejaman tersebut sebagai tindakan Republik Islam yang bertindak berdasarkan "hak inheren untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa."
Ia menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk mengutuk kekejaman tersebut, membahas insiden Kouhestak, memasukkan serangan terhadap Minab dan Kouhestak dalam laporan mendatang tentang perlindungan sipil, meminta pertanggungjawaban Amerika Serikat atas kerusakan yang diakibatkan, dan menuntut ganti rugi penuh.[IT/r]