0
Saturday 7 June 2025 - 03:09
Greta Thunberg dan Gejolak Palestina:

Greta Thunberg: Dunia Harus Terus Fokus pada Penindasan Israel di Gaza

Story Code : 1213353
Related FileThunberg menyampaikan seruan tersebut dalam sebuah video yang dibagikan oleh Freedom Flotilla Coalition di media sosial, dari atas kapal yang sedang berlayar menuju Gaza bersama sekelompok orang yang bertujuan mengantarkan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang diblokade.
"Tetaplah memandang ke arah Gaza," seru aktivis Swedia tersebut.
"Cerita ini sama sekali bukan tentang kami yang berada di atas kapal," tambah Thunberg. "Kami hanyalah bagian dari gerakan global yang jauh lebih besar untuk pembebasan Palestina, dan kami berada di sini karena pemerintah kami gagal mengambil sikap."
 
Thunberg, yang dikenal luas karena kampanyenya melawan perubahan iklim buatan manusia, telah ambil bagian dalam demonstrasi dukungan terhadap Palestina di berbagai kota Eropa selama beberapa bulan terakhir.
"Jika kamu menyebut dirimu aktivis iklim, tapi tidak memperjuangkan Palestina yang merdeka dan penghapusan kolonialisme serta penindasan di seluruh dunia, maka kamu tidak pantas disebut aktivis iklim," katanya dalam demonstrasi di Milan pada Oktober lalu.
"Diam berarti bersekongkol. Kamu tidak bisa netral dalam sebuah genosida," tambah pendiri gerakan Fridays for Future tersebut.
 
Thunberg kini semakin vokal memperjuangkan nasib rakyat Palestina dan mengatakan bahwa aksi-aksi seperti ini seharusnya ada di mana-mana.
 
Zionis Israel Berencana Menyita Freedom Flotilla ke Gaza, Aktivis Bisa Ditangkap
Media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa Tel Aviv memiliki rencana untuk mencegah Freedom Flotilla menuju Gaza. Pasukan Zionis Israel bahkan kemungkinan akan menyita kapal dan menahan aktivis yang berada di dalamnya.
 
Korporasi Penyiaran Zionis Israel (KAN), mengutip sumber-sumber, memperkirakan bahwa kapal tersebut akan mencapai pantai Gaza dalam waktu sekitar empat hari.
 
KAN menyatakan bahwa Zionis Israel awalnya mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal bersandar, tetapi akhirnya menolak demi menghindari preseden yang dapat membuka jalan bagi upaya lain untuk menerobos blokade terhadap Gaza.
 
Menteri perang Israel, Israel Katz, dijadwalkan akan mengadakan pertemuan pada 5 Juni untuk membahas keputusan akhir mengenai penanganan kapal dan para penumpangnya.
 
Kapal kemanusiaan tersebut membawa lebih dari selusin aktivis pro-Palestina, termasuk Greta Thunberg, aktor serial Game of Thrones Liam Cunningham, dan aktris Susan Sarandon.
 
Mereka semua telah bersuara keras menentang genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza serta blokade brutal yang diberlakukan atas wilayah tersebut.
 
Menurut laporan Walla News, Zionis Israel berencana mengirimkan pasukan ke wilayah tersebut dan menyampaikan pesan peringatan kepada para aktivis agar tidak memasuki wilayah Gaza.
"Unit komando laut Shayetet 13 dan unit kapal misil sedang bersiap untuk kemungkinan melakukan operasi perebutan kapal dan penangkapan para peserta," kata sumber tersebut.
 
Drone Zionis Israel Mengawasi Kapal Bantuan Gaza
Kapal sipil bernama Madleen, yang membawa para aktivis dan bantuan kemanusiaan untuk Gaza, berangkat dari Catania, Sisilia, pada hari Minggu.

Kapal kecil ini diperkirakan akan mencapai Gaza pada 8 Juni, di mana para aktivis akan berusaha menembus blokade yang diberlakukan oleh Zionis Israel.
 
Menurut pernyataan video dari salah satu aktivis di atas kapal, sebuah drone Zionis Israel telah terlihat melayang di atas kapal.
 
Yasemin Acar, aktivis hak asasi manusia asal Jerman yang berada di atas kapal, menyatakan bahwa mereka telah menjadi sasaran “perang psikologis” oleh drone buatan Zionis Israel yang dioperasikan oleh otoritas Yunani.
 
Hal ini terjadi di tengah kemungkinan bahwa sekutu-sekutu Barat Zionis Israel bisa menghadapi tuduhan keterlibatan dalam kejahatan Zionis Israel.
 
Zionis Israel memiliki sejarah panjang dalam menyerang kapal-kapal bantuan yang mencoba menembus blokade Gaza.

Pada 2 Mei lalu, sebuah drone Zionis Israel mengebom kapal Freedom Flotilla, menyebabkan lubang besar, kebakaran, dan kapal hampir tenggelam.
 
Pada tahun 2010, komando Zionis Israel menyerbu konvoi kapal Freedom Flotilla dengan helikopter saat sedang mengangkut bantuan ke Gaza. Serangan tersebut menyebabkan sembilan aktivis tewas dan 30 lainnya luka-luka, berasal dari berbagai kewarganegaraan.[IT/r]
 
 
Comment


Berita Terkait