Seberapa Besar Kerusakan yang Ditimbulkan Iran terhadap Pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah?
Story Code : 1267331
Related FileBeberapa jam setelah AS meluncurkan ‘Operation Epic Fury’ terhadap Iran, pasukan Teheran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika di Timur Tengah, menewaskan empat tentara AS dan menghancurkan peralatan militer senilai miliaran dolar.
“Kami akan membuat para penjahat Zionis dan Amerika yang keji menyesal [karena menyerang Iran],” ujar Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, saat serangan balasan dimulai pada Sabtu (28/2). “Para prajurit pemberani dan bangsa besar Iran akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada para penindas tatanan internasional yang terkutuk.”
Berapa banyak pangkalan yang dimiliki AS di Timur Tengah?
AS mengoperasikan jaringan 19 pangkalan militer permanen dan sementara di seluruh Timur Tengah. Yang terbesar — Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar — menampung sekitar 10.000 personel dan berfungsi sebagai markas depan Komando Pusat AS (CENTCOM).
Delapan instalasi permanen AS berlokasi di Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Hingga pertengahan 2025, terdapat antara 40.000 hingga 50.000 tentara Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut setiap waktu.
Pangkalan-pangkalan ini mengelilingi Iran dari arah barat dan selatan, dan saat ini diperkuat oleh kehadiran kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford di Teluk Persia. Kedua kapal induk tersebut memiliki total lebih dari 10.000 awak dan membawa lebih dari 130 jet tempur.
Semua pangkalan AS di kawasan itu telah disebut sebagai “target sah” oleh militer Iran, dan fasilitas di enam negara telah dihantam rudal serta drone Iran.
Pangkalan AS mana saja yang menjadi target Iran? Bahrain
Iran menyerang Pangkalan Naval Support Activity milik AS di Bahrain pada Sabtu dengan rudal balistik dan drone kamikaze Shahed. Pangkalan tersebut, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, juga diserang drone pada Minggu (1/3). Citra satelit menunjukkan kerusakan pada beberapa bangunan penyimpanan dan peralatan radar.
Dalam sebuah rekaman video, drone Shahed terlihat menghantam kubah radar AN/TPS-59, menghancurkan sistem senilai 300 juta dolar tersebut. Dipasang pada 2007, radar itu pernah digambarkan oleh Lockheed Martin sebagai “satu-satunya radar bergerak dengan cakupan 360 derajat di dunia yang tersertifikasi untuk mendeteksi rudal balistik taktis.”
Iran juga menyerang sejumlah target di ibu kota Bahrain, Manama, termasuk Bandara Internasional Bahrain. Pada Senin (2/3), sebuah kapal tanker berbendera AS dihantam di Pelabuhan Bahrain, memicu kebakaran singkat dan menewaskan satu pekerja pelabuhan.
Irak
Pangkalan militer AS di Bandara Internasional Erbil di Irak mengalami pengeboman berkelanjutan pada Sabtu dan Minggu. Drone juga terlihat menghantam area dekat konsulat AS di kota tersebut. Tingkat kerusakan di kedua lokasi belum jelas. Media pemerintah Iran mengklaim konsulat tersebut hancur, sementara AS belum mengakui adanya kerusakan, meski Departemen Luar Negeri memperingatkan warga Amerika untuk menjauhi area tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, pangkalan-pangkalan AS di Irak sering menjadi sasaran kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran saat ketegangan antara Washington dan Tehran meningkat. Hingga Senin, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa “laporan mengenai rudal, drone, dan roket di wilayah udara Irak masih berlanjut.”
Yordania
Militer Yordania menyatakan pada Sabtu bahwa mereka telah mencegat dua rudal balistik di atas Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, yang menyebabkan “tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan material.” Namun, rekaman video yang belum terverifikasi menunjukkan setidaknya satu rudal menghantam targetnya.
Puluhan jet tempur Amerika, termasuk F-35, tiba di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti dua minggu sebelum dimulainya operasi militer terhadap Iran.
Kuwait
Rentetan rudal Iran menghantam Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait pada Sabtu. Meski Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat, rekaman video menunjukkan beberapa kepulan asap dari dalam pangkalan, dan citra satelit memperlihatkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Drone juga dilaporkan menghantam Camp Buehring, sekitar 50 km di utara Kota Kuwait, serta Pangkalan Angkatan Laut Mohammed Al-Ahmad Kuwait, fasilitas Kuwait yang digunakan militer AS.
Empat tentara Amerika tewas dalam serangan terhadap Camp Arifjan di Kuwait selatan pada Minggu, menurut Menteri Perang AS Pete Hegseth. Ia menyatakan bahwa rudal Iran “menghantam pusat operasi taktis yang telah diperkuat, tetapi ini adalah senjata yang sangat kuat.” Menurut pernyataan CENTCOM, sedikitnya empat lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Tiga jet tempur F-15 Amerika ditembak jatuh di atas Kuwait pada Senin (2/3) pagi dalam apa yang disebut Pentagon sebagai “insiden salah tembak.” Komando Pusat AS menyatakan jet-jet tersebut “secara keliru ditembak oleh pertahanan udara Kuwait,” dan keenam awak berhasil melontarkan diri dan berada dalam kondisi stabil.
Qatar
Ledakan terdengar di Doha pada Sabtu, dan rudal balistik terlihat menembus sistem pertahanan udara Amerika serta menghantam Pangkalan Udara Al Udeid yang berjarak 40 km. Salah satu rudal menghantam instalasi radar peringatan dini AN/FPS-132, satu dari hanya enam yang ada di dunia. Dalam pernyataan kepada Al Jazeera, Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa instalasi senilai sekitar 1 miliar dolar tersebut mengalami kerusakan.
Iran pernah meluncurkan salvo rudal ke Al Udeid pada Juni lalu sebagai balasan simbolis atas pengeboman infrastruktur nuklirnya oleh AS.
Uni Emirat Arab
Iran telah menembakkan ratusan drone dan puluhan rudal ke berbagai target di UEA sejak Sabtu, termasuk Bandara Internasional Dubai.
Asap tebal terlihat membubung dari Pangkalan Udara Al-Dhafra di Abu Dhabi pada Sabtu, sementara kebakaran besar terjadi di Pelabuhan Jebel Ali di Dubai pada Minggu. Al-Dhafra menampung pesawat tanker pengisian bahan bakar dan drone pengintai Amerika, sementara Jebel Ali merupakan salah satu pelabuhan yang paling sering dikunjungi Angkatan Laut AS.
Arab Saudi
Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan telah mencegat rudal Iran di atas Pangkalan Udara Prince Sultan pada Minggu, serta menembak jatuh sejumlah drone yang menargetkan pangkalan tersebut pada Senin. Seperti Al-Dhafra di UEA, Prince Sultan menampung pesawat pengisian bahan bakar dan pesawat pendukung Amerika, dengan lebih dari 40 pesawat teramati oleh Reuters di pangkalan itu pada pertengahan Februari.
Belum jelas apakah ada rudal atau drone yang benar-benar menghantam pangkalan tersebut atau apakah kerusakan disebabkan oleh puing-puing yang jatuh.
Serangan Iran ke Arab Saudi terutama difokuskan pada infrastruktur minyak kerajaan tersebut. Produksi dihentikan sementara di kilang Ras Tanura — yang terbesar di Arab Saudi — pada Senin setelah serangan drone pagi itu.
Berapa banyak tentara AS yang tewas?
Hingga Senin (2/3) sore, empat tentara AS telah dikonfirmasi tewas sejak permusuhan dimulai pada Jumat (27/2), semuanya dalam serangan Iran terhadap Camp Arifjan. Presiden AS Donald Trump dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menyatakan konflik ini mungkin akan berlanjut dan kemungkinan lebih banyak korban jiwa.
Dalam wawancara dengan Rick Sanchez dari RT pada Senin, mantan perwira Angkatan Darat AS Stanislav Krapivnik meragukan angka resmi dari Pentagon. “Saya jamin ada jauh lebih banyak dari tiga orang yang tewas,” katanya, sebelum kematian keempat dikonfirmasi.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu mengklaim telah menewaskan atau melukai “setidaknya 200 personel militer AS” dalam gelombang pertama serangan balasan.
Apakah Iran menghantam kapal induk AS?
Menurut laporan yang belum terverifikasi dari media Iran, IRGC berhasil menghantam USS Abraham Lincoln dengan empat rudal balistik pada Minggu. AS membantah klaim tersebut, dengan CENTCOM menyatakan bahwa “Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekat.”
Namun demikian, pernyataan CENTCOM mengonfirmasi bahwa memang ada rudal yang ditembakkan ke arah kapal induk tersebut.[IT/r]