0
Friday 13 March 2026 - 04:39
Iran vs AS & Zionis Israel:

Tentara Iran Melancarkan Operasi Drone, Mengatakan Runtuhnya Radar Mempermudah Serangan terhadap Target Israel

Story Code : 1268906
Pasukan Iran melancarkan putaran baru operasi drone terhadap target strategis Zionis Israel pada hari Kamis (12/3), menyerang Pangkalan Udara Palmachim, Pangkalan Udara Ovda, dan fasilitas utama dinas keamanan internal Shin Bet di dekat Tel Aviv, menurut pernyataan resmi militer.
 
Juru bicara Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Akraminia, mengatakan penghancuran sebagian infrastruktur radar musuh telah secara signifikan meningkatkan kondisi operasional bagi pasukan Iran.
 
“Dengan penghancuran sebagian fasilitas radar musuh di pusat-pusat sensitif, melanjutkan operasi menjadi lebih mudah dan kami sekarang memiliki akses yang lebih baik ke titik-titik penting dan sensitif,” katanya.
 
“Operasi menjadi lebih tepat dari hari ke hari,” katanya kepada televisi pemerintah pada hari Kamis.
 
Menurut pernyataan Angkatan Darat, drone pengintai Iran menargetkan menara kontrol, landasan pacu, dan hanggar pesawat di pangkalan udara Palmachim dan Ovda pada hari Kamis (12/3).
 
Palmachim, yang terletak di dekat Tel Aviv, berfungsi sebagai pusat utama untuk peluncuran satelit dan program pengujian rudal rezim Israel. Pangkalan ini juga menampung sistem pertahanan rudal seperti David's Sling dan drone Hermes-900.
 
Pangkalan Udara Ovda, fasilitas strategis lainnya, berfungsi sebagai pangkalan pelatihan utama untuk angkatan udara Israel. Situs ini juga pernah menjadi tempat jet tempur F-22 Amerika.
 
Drone Iran juga menyerang markas Shin Bet, yang beroperasi sebagai jantung operasional aparat keamanan internal rezim, mengoordinasikan operasi keamanan dan perlindungan pejabat senior serta instalasi sensitif.
 
Angkatan Darat Iran melancarkan serangan drone yang menargetkan pangkalan udara Palmachim dan Ovda milik rezim Zionis dan markas Shin Bet.
Ikuti: https://t.co/mLGcUTSA3Q pic.twitter.com/nyxuVZRuSU
— Press TV 🔻 (@PressTV) 12 Maret 2026
 
Operasi terbaru ini terjadi ketika Iran terus melakukan operasi pertahanan proporsional setelah agresi skala besar yang dilancarkan pada 28 Februari oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
 
Serangan dimulai dengan pembunuhan mendiang Pemimpin Revolusi Islam, Syahid Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, dan beberapa pejabat senior, dan disertai dengan serangan luas terhadap infrastruktur militer dan sipil di seluruh Iran.
 
Serangan ilegal AS-Zionis Israel terhadap Iran telah menewaskan sedikitnya 1.348 warga sipil dan melukai lebih dari 17.000 lainnya, serta merusak atau menghancurkan hampir 20.000 situs sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, bangunan tempat tinggal, dan fasilitas layanan publik.[IT/r]
 
 
 
Comment