0
Friday 13 March 2026 - 16:51
Hari Quds Internasional:

Jutaan Warga Iran Berunjuk Rasa pada Hari Quds Internasional di Tengah Serangan AS-Israel

Story Code : 1268978
Acara ini, yang berlangsung pada Jumat (13/3) terakhir bulan suci Ramadan, diperingati melalui unjuk rasa massal yang memperlihatkan warga dari semua lapisan masyarakat berkumpul di kota-kota besar, termasuk Teheran, untuk menunjukkan dukungan mereka yang tak tergoyahkan bagi Palestina.
 
Hari Quds Internasional tahun ini sangat menyentuh, terjadi di tengah agresi militer yang sedang berlangsung oleh Amerika Serikat dan Zionis Israel terhadap Iran.
 
Serangan yang telah berlangsung selama lebih dari dua minggu ini telah merenggut lebih dari 1.300 nyawa warga Iran dan menyebabkan lebih dari 10.000 orang terluka, dengan sejumlah besar korban adalah perempuan, anak-anak, dan pelajar.
 
Sebagai tanggapan, warga Iran telah berunjuk rasa dalam jumlah besar, mengibarkan bendera Iran dan Palestina, dan menampilkan gambar Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, pemimpin Revolusi Islam yang baru terpilih.
 
Warga Iran menggunakan kesempatan unjuk rasa Hari Quds Internasional untuk secara terbuka menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Mojtaba Khamenei dan menunjukkan dukungan teguh mereka untuk negara mereka melawan perang yang dipaksakan AS-Zionis Israel. pic.twitter.com/CMhNW3EsOP
— Press TV 🔻 (@PressTV) 13 Maret 2026
 
Di Lapangan Enqelab Teheran, para peserta meneriakkan "Allah Maha Besar" sebagai tanggapan terhadap ledakan yang terdengar selama unjuk rasa di tengah serangan udara AS dan Zionis Israel yang menargetkan sekolah, rumah sakit, kantor polisi, dan bangunan bersejarah.
 
Suasana pembangkangan dan solidaritas terasa nyata, dengan orang-orang menyatakan kesetiaan mereka kepada mendiang pendiri Republik Islam, Imam Khomeini, dan visinya untuk pembebasan Palestina.
 
Ciri yang menonjol dari peristiwa tahun ini adalah kesetiaan para demonstran kepada Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei. Banyak peserta unjuk rasa membawa gambarnya, menandakan dukungan mereka terhadap kepemimpinannya dan komitmennya terhadap cita-cita revolusi.
 
Warga Mashhad, Iran timur laut, membanjiri jalanan untuk menyuarakan dukungan mereka bagi Palestina pada Hari Quds Internasional.
Ikuti: https://t.co/mLGcUTS2ei pic.twitter.com/3XFUWWwRBr
— Press TV 🔻 (@PressTV) March 13, 2026
 
Beberapa peserta bahkan menandatangani petisi dan berkumpul dalam kelompok untuk menegaskan kesetiaan mereka kepadanya.
 
Presiden Masoud Pezeshkian, dalam sebuah unggahan di media sosial, mendesak warga Iran untuk mengecewakan musuh-musuh negara melalui partisipasi besar-besaran dalam pawai Hari Quds.
 
Ketua Parlemen Iran Mohammad-Baqer Qalibaf menekankan bahwa peristiwa bersejarah ini telah berubah menjadi mimpi buruk bagi "rezim Zionis palsu dan pembunuh anak-anak."
 
Pentingnya pawai Hari Quds Internasional tahun ini semakin digarisbawahi oleh agresi AS-Zionis Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran, yang dimulai dua minggu lalu.
 
Kampanye kekerasan tersebut telah memicu kemarahan di kalangan warga Iran dan memperkuat tekad mereka untuk membela perjuangan Palestina.
 
Ayatollah Khamenei, dalam pesan publik pertamanya pada hari Kamis (12/3), menyerukan partisipasi dalam acara Hari Quds, menggambarkannya sebagai kekuatan pemersatu bagi orang-orang di seluruh dunia.
 
Laporan dari seluruh Iran mengungkapkan bahwa partisipasi dalam Hari Quds tahun ini lebih luas dan lebih bertekad daripada sebelumnya.
 
Aksi unjuk rasa massal, yang juga berlangsung di lebih dari 900 kota dan puluhan kota kecil dan desa, merupakan pernyataan penentangan yang jelas terhadap kekuatan eksternal yang berupaya melemahkan Iran dan sekutunya di kawasan tersebut.
 
Bahkan dalam kondisi cuaca buruk—salju lebat, hujan, dan suhu dingin—warga Iran membanjiri jalanan untuk menyuarakan dukungan mereka yang tak tergoyahkan bagi Palestina di bawah agresi militer Israel dan AS.
 
Warga Iran mengubur rezim Amerika dalam aksi unjuk rasa Hari Quds.
Ikuti: https://t.co/GKZwI4ehqL pic.twitter.com/qvAaI0nyYr
— Press TV 🔻 (@PressTV) 13 Maret 2026
 
Aksi unjuk rasa utama di Tehran, yang dimulai di beberapa titik di seluruh ibu kota dan bertemu di Universitas Teheran, menampilkan pembacaan Al-Qur'an, pidato, dan nyanyian slogan yang mengutuk kekejaman AS dan Israel di Gaza dan wilayah Palestina lainnya.
 
Hari Quds Internasional pertama kali diusulkan oleh Imam Khomeini pada tahun 1979, yang menetapkan Jumat terakhir Ramadan sebagai hari solidaritas global dengan rakyat Palestina.
 
Inisiatif ini bertujuan untuk mencegah agar perjuangan Palestina tidak dilupakan di tengah isu-isu global lainnya.
 
Selama bertahun-tahun, Hari Quds telah menjadi simbol perlawanan terhadap pendudukan wilayah Palestina oleh Israel, dengan demonstrasi yang diadakan di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk di Asia Barat, Afrika Utara, dan di negara-negara Barat seperti AS, Inggris, Prancis, dan Jerman.
 
Partisipasi massal Iran tahun ini memiliki makna khusus, terjadi di tengah kampanye terorisme oleh AS dan Israel terhadap Iran, yang bertujuan untuk membungkam satu-satunya mercusuar harapan bagi rakyat tertindas dan gerakan perlawanan di dunia.
 
Dengan berani menerobos salju, orang-orang di Arak, Iran tengah, memperingati Hari Quds Internasional saat mereka berbaris bersama-sama di jalan-jalan.
Ikuti: https://t.co/mLGcUTS2ei pic.twitter.com/qREI0dKT8l
— Press TV 🔻 (@PressTV) 13 Maret 2026
 
Serangan brutal terhadap Iran, termasuk pemboman yang menargetkan infrastruktur sipil, sekolah, dan rumah sakit, telah memperdalam tekad publik untuk menghadapi rezim Zionis dan para pendukungnya.
 
Aksi unjuk rasa Hari Quds di Iran bukan hanya pertunjukan oposisi politik tetapi juga persatuan nasional. Dari utara ke selatan, timur ke barat, rakyat Iran telah bersatu melintasi garis etnis dan agama untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap perang terorisme AS-Zionis Israel.
 
Di kota-kota seperti Ahvaz, Shiraz, dan Mashhad, peserta dari berbagai latar belakang, termasuk Syiah, Sunni, dan minoritas etnis, telah berkumpul untuk menunjukkan solidaritas dengan Palestina. Mereka bergabung dengan warga Iran yang berduka atas pembantaian orang-orang terkasih mereka baru-baru ini dalam serangan udara Zionis Israel-AS.
 
Aksi unjuk rasa ini juga memiliki dimensi pribadi bagi banyak warga Iran, terutama mengingat pemboman baru-baru ini terhadap sebuah sekolah perempuan di kota Minab, yang mengakibatkan kematian 175 siswa dan guru.
 
Semangat Hari Quds melampaui batas-batas nasional, dengan acara serupa terjadi di seluruh dunia.
 
Di negara-negara seperti Lebanon, Irak, Indonesia, Suriah, Yaman, dan Pakistan, ratusan ribu orang telah bergabung dalam aksi unjuk rasa untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Palestina dan mengecam agresi Zionis Israel.
 
Bahkan di ibu kota Barat, di mana tekanan politik sering membatasi demonstrasi publik, umat Muslim dan aktivis telah berkumpul untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan Palestina.[IT/r]
 
Comment